Fasilitas baru di Klinik Anakku Kelapa Gading

Spesialis THT dengan subspesialisasi gangguan pendengaran pada anak:

Klinik Anakku Kelapa Gading pindah ke tempat baru

Mulai tgl 8-9-2008:

Jl. Mandiri Raya Blok M4D Kav 1-2, Kelapa Gading Permai

(belakang mall Kelapa Gading/ La Piazza)

Kriteria diagnosis ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

A.    1 atau 2
 

1.    Enam (atau lebih) gejala inatensi/ gangguan konsentrasi yang menetap 6 bulan atau lebih dengan derajat berat dan tidak sesuai dengan umur perkembangan.
 

Skrining untuk sindrom Asperger

SIndrom Asperger makin lama makin banyak dijumpai. Umur diketahuinya sindrom Asperger lebih tua dibandingkan anak yang mengalami autisme, biasanya pada saat anak mulai bersekolah di pre-school atau SD. Jadi kira-kira umur 4-7 tahun.

Bayi dengan risiko tinggi untuk mengalami gangguan pendengaran

Bayi 0-28 hari

  • Adanya keluarga yang mengalami gangguan pendengaran
  • Infeksi dalam kandungan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran: toxoplasma, cytomegalovirus, rubella
  • Kelainan bentuk wajah, bentuk wajah yang “aneh”
  • Berat badan lahir kurang dari 1500 gram
  • Hiperbilirubinemia atau kuning saat lahir
  • Mendapat obat yang mengganggu pendengaran misalnya gentamycin
  • Mengalami meningitis bakterialis atau radang selaput otak
  • Skor Apgar rendah
  • Dirawat di ICU, terutama bila menggunakan alat bantu napas

Anakku dapat mendengar? Perhatikan Red Flags berikut


0-6 bulan

  • Tidak terkejut atau terbangun saat ada suara keras
  • Sudah diduga ada gangguan pendengaran dengan Otoacoustic emission test
  • Tidak bereaksi terhadap perubahan nada bicara
  • Mengalami keterlambatan perkembangan saraf atau motorik

Perkembangan pendengaran

Dalam kandungan

  • Bayi sudah mulai mendengar

1-3 bulan

  • Terbangun bila ada suara
  • Terkejut mendengar suara keras
  • Mengedipkan mata atau melebarkan mata bila mendengar suara

Seimbangkan Otak Kanan dan Kiri

Tahukah Anda bahwa kedua belahan otak kita mengatur fungsi yang berbeda?


Profesor Robert Orsntein dari Universitas California menyelesaikan penelitian yang hasilnya mempertegas perbedaan aktivitas-aktivitas yang dikendalikan oleh kedua belahan otak tersebut.
Ornstein menemukan bahwa apabila belahan otak yang “sering dipakai” dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang “jarang dipakai”, maka akan tercipta kemampuan dan efektifitas otak yang jauh lebih besar (tinggi).

Masing-masing dari dua belahan otak bertanggung jawab atas cara berpikir yang berbeda-beda dan mengkhususkan diri pada kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.

Informasi website

  • Site Counter: 2,044,868
  • Unique Visitor: 229,788
  • Registered Users: 12,421
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 4,377
  • Unpublished Nodes: 209
  • Server IP: 202.67.11.162
  • Your IP: 61.247.222.45
  • Since: 15 Juli 2008